Budidaya Artemia Pada Galon

Posted on

Semuaikan – Artemia merupakan salah satu makanan hidup yang sampai saat ini paling banyak digunakan dalam usaha budidaya udang, khususnya dalam pengelolaan pembenihan. Sebagai makanan hidup, Artemia tidak hanya dapat digunakan dalam bentuk benih, tetapi juga dalam bentuk dewasanya. Bahkan jika dibandingkan dengan benih artemia, nilai nutrisi Artemia dewasa mempunyai keunggulan, yakni kandungan proteinnya meningkat dari rata-rata 47 % pada benih artemia menjadi 60 % pada Artemia dewasa yang telah dikeringkan

 

Alat dan bahan yang digunakan dalam kultur artemia berupa :

  • corong penetasan artemia (galon)
  • aerasi (1 set)
  • air
  • garam
  • cyst artemia
  • selang aerasi
  • gelas air mineral

 

 Prosedur kerja :

  • Air dimasukkan kedalam corong sebanyak 12 – 15 liter
  • Aerasi dimasukkan ke dalam corong dan dipastikan aerasi berada di dasar corong.
  • Garam dimasukkan ke dalam corong sebanyak 1½ – 2 bungkus
  • Cyst artemia dimasukkan ke dalam corong sebanyak 15 – 30ml
  • Tunggu selama 24 jam dan aerasi harus dalam keadaan hidup dan menghasilkan O² yang yang besar
  • Setelah 24 jam artemia akan menetas dan siap dipanen.

 

Pemanenan dan pemberian pakan dengan artemia

  • Aerasi diangkat dari corong agar cangkang berada di permukaan,
  • Artemia disedot menggunakan selang aerasi dan dimasukkan ke dalam ember,
  • Atemia disaring menggunakan saringan kasa dan dibilas sampai bersih,
  • Artemia dituang ke dalam ember dan diberi air sebanyak 7200 ml,
  • Pakan diberikan sebanyak 2 gelas atau setara 480 ml pada setiap bak.

 

Baca juga artikel tentang :

Budidaya Artemia Pada Galon
Rate this post