Cara Budidaya Rotifera Pada Bak Beton

Posted on

Semuaikan – Rotifera merupakan salah satu faktor penunjang dalam perkembangan larva ikan, karena ikan membutuhkan energi untuk pertumbuhan, melakukan aktifitas dan reproduksi. Sebagian dari energi yaitu berasal dari makanan, demikian juga pertambahan biomass ikan sangat tergantung dari energi yang tersedia pada ikan tersebut.

Berikut langkah-langkah Cara Budidaya Rotifera Pada Bak Beton

Persiapan Wadah

Wadah yang digunakan untuk kultur rotifera adalah bak beton dengan kapasitas 10 ton. Bak terlebih dahulu disterilisasi dengan menggunakan larutan kaporit setelah itu disiramkan kedinding dan kelantai secara merata kemudian diamkan selama 10 menit, kemudian bak digosok menggunakan sikat sampai bersih dan dibilas menggunakan sikat sampai bersih dan dibilas menggunakan air tawar kemudian bak dikeringkan. Setelah kering dapat diisin menggunakan air laut.

Pengisian air laut disaring dengan filterbag berukuran 200 mikron  sebanyak 2 lapis, penyaringan menggunakan filterbag dengan tujuan agar air yang masuk dalam media tidak membawa parasit yang keberadaannya tidak diinginkan dalam proses pengkulturan. Pengisian air laut sebanyak 3 ton kemudian diisi Phytoplankton Nannochloropsis sp  sebanyak 1 ton sampai air terlihat pekat.

Penebaran Bibit Rotifera

Penebaran bibit Rotifera yang di tebar berukuran 2 – 8 mikron dengan kepadatan awal 20 ekor/ml jadi penebaran bibit Rotifera dalam bak bisa mencapai ± 200.000 ekor . Rotifera akan diberikan pakan yang berupa Phytoplankton berjenis Nannochloropsis sp. Pakan yang diberikan pada saat awal kultur dan waktu pemeliharaan dimana kondisi air terlihat mulai bening/cerah. Pemanenan dilakukan setelah Rotifera berumur 7 hari.

Pemanenan

Pemanenan untuk Rotifera dilakukan dengan cara penyerokan dilakukan bila Rotifera akan segera digunakan. Penyerokan menggunakan saringan (ukuran 30 mikron). Setelah Rotifera diserok kemudian dimasukkan dalam wadah yang telah berisi Phytoplankton. Sedangkan pemanenan dengan cara penyaringan dilakukan dengan cara mengalirkan air dengan menggunakan selang spiral ukuran 2 inchi kedalam bak kultur Rotifera, kemudian selanjutnya selang dimasukan kedalam saringan ukuran 30 mikron yang ditompangkan dalam keranjang, setelah disaring Rotifera di bilas menggunakan Phytoplankton dan diberi aerasi.

 

Baca juga artikel tentang :

Cara Budidaya Rotifera Pada Bak Beton
Rate this post