Pengertian Oksigen Terlarut (DO) Beserta Contoh Alat Ukurnya

Posted on

Semuaikan – kali ini admin mau ngebahas tentang Dissolved Oxigen atau Oksigen Terlarut atau sering juga disingkat dengan DO. Karena DO dapat menguraikan komponen-komponen kimia menjadi komponen yang lebih sederhana.

 

Oksigen Terlarut (DO)

Oksigen terlarut atau dissolved oxygen atau disingkat dengan  DO atau sering juga disebut dengan kebutuhan oksigen (Oxygen demand) adalah sejumlah oksigen yang terlarut dalam suatu perairan.

Nilai DO yang biasanya dapat diukur dalam bentuk konsentrasi dan satuan dari DO adalah jumlah oksigen (O2) yang tersedia dalam suatu perairan. Semakin besar nilai DO pada air, mengindikasikan air tersebut memiliki kualitas air sangat yang bagus. Sebaliknya jika nilai DO rendah, dapat diketahui bahwa air tersebut sudah tercemar.

Pengukuran DO juga bertujuan untuk melihat sampai sejauh mana suatu perairan yang mampu menampung seberapa banyak biota air seperti mikroorganisme dan ikan. Selain itu kemampuan air untuk membersihkan dari pencemaran juga ditentukan oleh banyaknya kadar oksigen terlarut dalam air.

Oleh sebab pengukuran parameter ini sangat penting dan sangat dianjurkan disamping paramter lain seperti BOD (kebutuhan oksigen biologi atau Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand atau kebutuhan oksigen kimia).

Di dalam air, oksigen memainkan peranan yang sangat penting dalam menguraikan komponen-komponen kimia menjadi komponen yang lebih sederhana. Karena Oksigen memiliki kemampuan untuk beroksida dengan zat pencemar seperti komponen organik sehingga zat pencemar tersebut tidak membahayakan lagi.

Oksigen juga diperlukan oleh mikroorganisme, baik yang bersifat aerob maupun anaerob, dalam proses metabolisme tubuh. Dengan adanya oksigen dalam air, mikroorganisme semakin giat dalam menguraikan kandungan dalam suatu perairan dan reaksi yang akan terjadi dalam penguraian di atas adalah

Oksgien terlarut dapat di analisi dengan 2 cara yaitu :

  • Metoda titrasi dengan cara WINKLER
  • Metoda elektrokimia atau dengan cara menggunakan DO meter

 

Metode Titrasi dengan cara WINKLER

Pada dasarnya prinsipnya dengan  dengan menggunakan titrasi iodometri.  Sampel yang ingin dianalisis terlebih dahulu ditambahkan dengan larutan MnCl2 den Na0H – KI, sehingga terjadi endapan Mn02. Lalu dengan menambahkan H2SO4 atau HCl maka endapan yang sudah terjadi akan larut kembali dan juga akan membebaskan molekul iodium atau I2 yang ekivalen dengan oksigen terlarut.

Iodium yang dibebaskan ini selanjutnya akan dititrasi dengan larutan standar natrium tiosulfat (Na2S203) dan menggunakan indikator larutan amilum atau kanji. Reaksi kimia yang terjadi dapat dirumuskan :

MnCI2 + NaOH  ==> Mn(OH)2 + 2 NaCI

2 Mn(OH)2 + O2 ==>   2 MnO2 + 2 H20

MnO2 + 2 KI + 2 H2O ==>    Mn(OH)2 + I2 + 2 KOH

I2 + 2 Na2S2O3 ==>  Na2S4O6 + 2 NaI

 

Metoda elektrokimia

Metoda elektrokimia adalah cara yang langsung untuk menentukan kadar oksigen terlarut dengan alat DO meter. Prinsip cara kerjanya adalah menggunakan probe oksigen yang terdiri dari katoda dan anoda yang direndam dalam suatu larutan elektrolit. Pada alat DO meter, probe ini biasanya menggunakan katoda perak (Ag) dan anoda timbal (Pb). Secara keseluruhan, elektroda ini dilapisi dengan membran plast ik dan bersifat semi permeable terhadap oksigen. Reaksi kimia yang akan terjadi adalah

Katoda : O2 + 2 H2O + 4e  ==> 4 HO-

Anoda : Pb + 2 HO- ==> PbO + H20 + 2e

 

Baca juga artikel tentang :

Pengertian Oksigen Terlarut (DO) Beserta Contoh Alat Ukurnya
Rate this post