Cara Budidaya Ikan Gurame di Kolam Semen dan Beton

Diposting pada

Pendederan

Larva gurame mulai berukuran besar harus segera dipindahkan ke kolam pendederan bertujuan untuk memelihara benih yang masih kecil secara intensif sampai mencapai ukuran tertentu.

  • Persiapan kolam

Kolam pendederan disiapkan terlebih dahulu sebelum dipindahkan. Kolam yang digunakan dalam pendederan adalah kolam dengan dasar tanah dibuat dari semen dengan ketinggian pematang 0,75 meter.

Kolam dikeringkan terlebih dahulu selama 3 hari. Penyediaan pakan ditebarkan kotoran sebanyak 5 kg dan jerami. Kolam diisi dengan air dan memiliki ketinggian 20 cm dan air didiamkan selama 5 hari.

  • Penebaran benih

Penebaran benih dilakukan pada pagi hari yaitu pukul 08.00 – 10.00 WIB. Sebelum benih ikan gurame ditebar dilakukan sampling dengan mengambil 5 ekor ikan.

Sampling bertujuan untuk mengetahui berat dan panjang sebelum pendederan serta menghitung jumlah larva yang akan ditebar untuk mengetahui kelangsungan hidup.

Benih gurame ditebar dengan cara aklimatisasi, yaitu dengan memasukkan wadah benih ke dalam kolam agar keadaan suhu air dalam wadah dan kolam relatif sama.

Aklimatisasi dilakukan untuk mencegah agar ikan tidak stres dan dapat beradaptasi dengan keadaan kolam.

Pembesaran

Pembesaran gurame dilakukan di kolam semen yang berukuran 25x7x1 m dengan ketingian air 60 cm. Benih yang berumur 2-3 bulan dimasukkan dalam kolam semen dengan kapasitas 300-400 ekor dan.

Benih yang berumur 2-3 bulan diberi pakan pelet no 1. Untuk menjaga kualitas air yang baik, air di kolam harus dikontrol setiap hari karena di PUSDAKAN kolam semennya pada bocor.

Jika tidak dikontrol maka air akan surut dan ikan gurame akan mati karena ikan gurame memerlukan suhu yang dingin.

Pemberian Pakanpelet ikan gurame

Gurame diberi makan 2 kali sehari pada pagi dan sore hari. Pada pagi hari pakan diberikan sekitar pukul 08.00-09.00 sebanyak 2% dari bobot tubuh ikan.

Pakan yang di berikan adalah sebagai berikut:

  1. Larva gurame yang berumur 1 minggu diberi pakan artemia sebanyak 2 gelas/akuarium.
  2. Larva gurame yang berumur 2-3 minggu diberi pakan cacing sutra.
  3. Benih gurame yang berumur 3 minggu sampai 2 bulan diberi pakan pelet halus.
  4. Benih gurame yang berumur 2-3,5 bulan diberi pakan pelet no 1.
  5. Benih gurame dan indukan yang berumur 3 bulan sampai 3-7 tahun diberi pakan pelet no 2.

Kualitas Airmultimeter

Kualitas air merupakan bagian terpenting dalam pemeliharaan ikan untuk menunjang pemeliharaan larva. Dengan demikian kualitas air dijaga kestabilannya, caranya dengan pergantian air.

Penyiponan dilakukan untuk membersihkan kotoran di akuarium karena sisa pakan dan kotoran dari larva. Pada ujung selang diberi ember yang dilengkapi dengan saringan agar larva tidak ikut terbuang bersama kotoran.

Dalam pemeliharaan larva ikan gurame selain pergantian/penyiponan air juga dilakukan pengukuran kualitas air pada masa pemeliharaan larva. Adapun parameter yang diperiksa baik fisika ataupun kimia adalah suhu, pH, O2, NH3, nitrit.

Penanggulangan Penyakit

Memelihara ikan tidak terlepas dari gangguan penyakit. Penyakit sering menyerang ikan gurame adalah terdapat luka pada permukaan kulit serta mata yang disebabkan oleh parasit Argulus indicus dan predator.

Parasit ini menempel pada sisik atau sirip dan dapat menimbulkan lubang kecil yang akhirnya akan mengakibatkan infeksi. Predator yang sering menyerang adalah ikan liar dan ular air.

Proses pengobatan dilakukan secara tradisional menggunakan dengan pemberian pakan daun kangkung.

Pemanenan

Pemanenan ikan gurame dilakukan pada saat adanya konsumen yang membeli. Syarat-syarat gurame yang dapat dipanen adalah umur sudah mencapai 1 bulan atau lebih, tidak cacat, dan tidak terserang penyakit.

Pemanenan benih di kolam pendederan dilakukan dengan menggunakan jaring hapa. Panen dilakukan oleh 2 orang dengan cara menggiring benih kepinggir kolam dengan jaring hapa lalu diangkat dan ditampung dalam satu wadah.

Karena benih masih dalam ukuran kecil akan mudah stres sehingga panen dilakukan dengan hati-hati.

Pada saat pemanenan juga dilakukan sampling akhir dengan mengambil 5 ekor ikan sebagai sampel. Tujuan sampling akhir adalah untuk mengetahui pertambahan berat dan panjang benih akhir serta kelangsungan hidup benih.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Cara Budidaya Ikan Gurame di Kolam Semen dan Beton semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami.

Baca juga artikel tentang: