Ikan Arwana

Diposting pada

Ikan arwana merupakan ikan yang banyak dicari oleh sebagian orang, tentunya ikan ini banyak orang yang percaya jika kita memiliki ikan arwana didalam rumah maka pemilik ikan arwana ini akan lancar rejekinya, itu cerita masyarakat turun temurun. selain itu ikan ini bisa dijadikan ikan hias, karena warnanya yang indah dan beragam sehingga mampu mendobrak popularitas pasar ikan hias dengan harga yang lumayan mahal. Harga ikan arwana super red ini bervariatif disesuaikan dengan ukuran dan keunikannya.

Kisaran harga ikan arwana super red ini mulai satu jutaan sampai puluhan juta,bahkan ratusan juta, sehingga ikan ini menarik untuk dibudidayakan. Pembenihan Ikan arwana sendiri dapat dipijahkan secara alami yaitu dengan cara menggambungkan induk jantan dan induk betina yang sudah matang gonad pada satu kolam yang dilakukan dengan perbandingan 1:1.


Klasifikasi Ikan Arwanaikan arwana

Menurut sistematika ilmu taksonomi (identifikasi organism berdasarkan kelasnya) ternyata arwana tidak hanya digolongkan dalam satu genus. Ada empat genus yang dikenal tetapi yang lazim dan banyak diperdagangkan hanya dua genus yaitu Scleropages dan Osteoglossum. Sementara itu arwana asia sering disebut ikan naga, ikan kayangan atau ikan siluk karena berasal dari genus Scleopages. Berikut adalah klasifikasi ikan arwana:

Filum: Chordata
Sub Filum: Vertebrata
Class: Pisces
Sub Class: Teleostei
Ordo: Malacopterygii
Famili: Osteoglossidae (Bonytongues)
Genus: Sclerophagus
Species: Sclerophagus Formosus


Morfologi Ikan Arwana

Secara morfologis (ciri-ciri fisik),badan dan kepala arwana agak padat. Tubuhnya pipih dan punggungnya datar, hampir lurus dari mulut hingga sirip punggung. Garis lateral atau gurat sisi yang terletak di samping kiri dan kanan tubuh arwana panjangnya antara 20-24 cm. bentuk mulutnya mengarah keatas dan mempunyai sepasang sungut pada bibir bawah. Ukuran mulutnya lebar dan rahangnya cukup kokoh. Giginya berjumlah 15 – 17. Bagian insangnya di lengkapi dengan penutup insang. Letak sirip punggungnya berdekatan dengan pangkal sirip ekor (caudal). Sirip anusnya lebih panjang dari pada sirip punggung (dorsal), hampir mencapai sirip perut (ventral). Panjang arwana arwana dewasa sangat variatif, antara 30 – 80 cm. Sisiknya berukuran besar dan permukaanya mengkilap. Bentuk sisiknya berupa cycloid atau melingkar.


Habitat Ikan Arwana

Habitat ikan ini pada tepian sungai yang ditumbuhi pepohonan seperti pohon engkana, putat, rasau, dan entangis. dimana pepohonan tersebut memiliki akar di dasar sungai dengan batang pohon di dalam air, tetapi daun-daunnya rimbun ke atas. Di habitat seperti inilah ikan-ikan arwana berada, berkembang biak, dan bersembunyi. Di Kalimantan Barat, ikan ini banyak dijumpai di Kabupaten Kapuas Hulu Kecamatan Semitau, di daerah banjiran yang banyak hutan rawang dan dasar tanahnya berkapur. Sedangkan di Sumatera Selatan ditemukan di daerah rawa banjiran yang dasar tanahnya bergambut.


Penyebaran Ikan Arwana

Arwana super red paling banyak menyebar di Kalimantan, terutama Kalimantan barat, lebih khusus lagi di Sungai Kapuas Hulu, Pontianak. Sementara arwana golden red paling banyak ditemukan hidup di perairan Jambi dan Riau. Arwana super red berasal dari berbagai tempat di Propinsi Kalimantan Barat, seperti dari Sungai Kapuas dan Danau Sentarum yang dikenal sebagai habitat dari Super Red (Chili dan Blood Red).

Perairan ini merupakan wilayah hutan gambut yang menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut. Akan tetapi kondisi mineral, lingkungan air gambut (black water), dan banyaknya cadangan pangan yang memadai telah mengkondisikan pengaruh yang baik terhadap evolusi warna pada ikan yang bersangkutan. Pengaruh geografis itu juga menyebabkan terciptanya variasi yang berbeda terhadap morfologi ikan ini, seperti badan yang lebih lebar, kepala berbentuk sendok, warnah merah yang lebih intensif, dan warna dasar yang lebih pekat.


Perkembangbiakan Ikan Arwana

Pemijahan yang terjadi pada induk arwana di dalam kolam pada dasarnya disebabkan oleh faktor dari dalam (endogenus) dan faktor dari luar (exogenus). Faktor dari dalam terjadi karena adanya pelepasan hormon gonadotropin (GtH) pada organ target akibat kematangan gonad (sel kelamin) yang dipengaruhi oleh Gonadodtropin Realising Hormon (GnRH) dan Gonadotropin Realising Inhibiting Hormon (GnRIF). Sementara faktor dari luar terjadi karena adanya stimuli (rangsangan) lingkungan seperti curah hujan, suhu, pH, dan kondisi air yang mengalir. Kematangan gonad dan adanya rangsangan dari lingkungan menyebabkan terjadinya ovulasi pada induk arwana yaitu pelepasan sel telur oleh induk betina.

Pemijahan arwana merupakan reaksi terhadap rangsangan alami yang bersifat sangat kompleks. Meskipun pemijahan tersebut disebabkan oleh faktor kematangan kelamin (matang gonad), tetapi yang paling dominan berpengaruh adalah adanya rangsangan oleh kondisi air yang mengalir, suhu, dan pH air.

Arwana berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Umumnya, induk arwana mampu menghasilkan 20-50 butir dalam sekali memijah. Telur-telur arwana berukuran cukup besar dengan diameter 1,3 -1,6 cm. Setelah dibuahi, telur-telur dierami di dalam mulut arwana jantan. Karenanya, ikan ini juga dijuluki mouth breeder karena mengerami telur di dalam telur. Sementara itu, induk betina bertugas menjaga arwana jantan agar aman dari gangguan lingkungan sekitar, terutama dari arwana-arwana lainnya.


Tingkah Laku Ikan Arwana

Arwana merupakan ikan perenang atas (surface feeder), ditunjukkan oleh betuk mulut. Di alam mereka berenang di dekat permukaan untuk berburu mangsa. Arwana dapat menerima segala jenis pakan untuk ikan karnivora, tetapi seringkali mereka jadi sangat menyukai salah satu jenis pakan saja, dan menolak jenis lainnya. Sebagai ikan peloncat, arwana di alam bisa menangkap serangga yang hinggap di ranting ketinggian 1-2 meter dari permukaan air.

Maka pemeliharaan dalam akuarium harus ditutup dengan baik. Arwana sangat menggemari pakan hidup. Adapun pakan yang digemarinya di antaranya ikan-ikan kecil, udang, kelabang, jangkrik, cacing, katak, cicak, dan serangga. Untuk mendapatkan makanan kesukaannya tersebut, arwana tidak merasa sungkan untuk melakukan aksi-aksi spektakuler. Dalam sebua film discovery diperluhatkan bagaimana seekor arwana di dalam sungai melompat tinggi untuk menangkap seekor serangga.


Makanan Ikan Arwana

Pakan segar seperti udang air tawar, ikan seribu, anak ikan gabus, katak, kelabang, jangkrik, dan belalang sangat disukai arwana. Jenis pakan seperti ikan dan katak berguna untuk pertumbuhan arwana. Udang air tawar, kelabang, jangkrik dan belalang untuk memperindah dan mencerahkan warna. Pada dasarnya jenis pakan arwana dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu binatang asli penghuni air dan binatang lain yang bukan berasal dari air.


  1. Aneka Ikan Hidup

Makanan yang sering diberikan untuk arwana adalah berbagai jenis ikan hidup. Ikan hias berukuran kecil atau benih ikan konsumsi yang sering diberikan arwana adalah guppy (Poecilia reticulata), molly (poecilia mollinesia), platys koral (poecilia maculatus), dan benih ikan mas (Cyprinus caroio).


  1. Kadal

Kadal (Mabouya multifasciata) yang banyak ditemukan disawah dan tergolong ini termasuk makanan yang diminati oleh arwana. Kadal tergolong hewan melata berkaki empat, berukuran berkisar antara jari kelingking sampai ibu jari, dan panjang sekitar 5-40 cm. Kadal yang lazim diberikan arwana adalah kadal kecil.


  1. Jangkrik

Semua jangkrik diburuh untuk didengar suaranya, tetapi sekarang menjadi santapan arwana, baik jangkrik jantan maupun jangkrik betina.


  1. Ulat hongkong

Ulat hongkong dipakai untuk memberi makan terutama arwana muda atau yang masih burayak. Ulat sepanjang 3 cm ini sering dijadikan salah satu alternatif pakan ikan. Ulat hongkong mempunyai kandungan nutrisi sejumlah 48% protein kasar, 40% lemak kasar, 3% kadar abu, 8% kandungan ekstrak non nitrogen.


Kebiasaan Makan Ikan Arwana

Di habitatnya, arwana sangat menggemari pakan hidup. Adapun pakan yang digemarinya di antaranya ikan-ikan kecil, udang, kelabang, jangkrik, cacing, katak, cicak, dan serangga. Untuk mendapatkan makanan kesukaannya tersebut, arwana tidak merasa sungkan untuk melakukan aksi-aksi spektakuler. Dalam sebua film discovery diperluhatkan bagaimana seekor arwana di dalam sungai melompat tinggi untuk menangkap seekor serangga.

Arwana termasuk jenis ikan hias yang tidak terlalu banyak berganti-ganti jenis pakan, terutama arwana yang dibudidayakan atau dipelihara di rumah, selain itu arwana lebih menyukai pakan alami yang masih segar atau pakan hidup dibandingkan dengan pakan yang sudah mati.

Arwana merupakan ikan perenang atas (surface feeder), ditunjukkan oleh betuk mulut. Di alam mereka berenang di dekat permukaan untuk berburu mangsa. Arwana dapat menerima segala jenis pakan untuk ikan karnivora, tetapi seringkali mereka jadi sangat menyukai salah satu jenis pakan saja, dan menolak jenis lainnya. Sebagai ikan peloncat, arwana di alam bisa menangkap serangga yang hinggap di ranting ketinggian 1-2 meter dari permukaan air. (Ditjen Perikanan Budidaya, 2008).

Ikan arwana termasuk golongan karnivora bersifat predator, memiliki tubuh yang memanjang, ramping dan “stream line”. Letak sirip dubur berada jauh di belakang badan. Bentuk tubuh dengan penampilan yang cantik, unik dan memiliki warna yang sangat mengagumkan. Variasi warna tubuhnya mulai dari warna hijau, perak dan merah. Sisiknya besar dengan susunan yang harmonis menambah keindahan ikan tersebut. Sungut yang berfungsi sebagai sensor getaran untuk mengetahui posisi mangsanya terletak di bagian mulutnya yang berjumlah dua buah.

Sungut tersebut merupakan salah satu kriteria penilaian tentang keindahan seekor ikan arwana. Bentuk mulut arowana mengarah ke atas. Ukuran mulutnya lebar dan rahangnya cukup kokoh. Giginya berjumlah 15-17 buah. Ikan arwana merupakan salah satu ikan hias dengan ukuran besar. Panjang arwana dewasa sangat bervariasi, antara 30 – 80 cm. Dalam akuarium ikan arwana mencapai panjang 60 cm, sementara di alam ikan arwana dapat berkembang sampai mencapai panjang 90 cm.


Reproduksi Ikan Arawana

Ikan ini berkembangbiak sekali dalam setahun yaitu pada Juni hingga Agustus di habitat asalnya. Arowana matang akan berkembangbiak apabila mencapai umur empat setengah atau lima tahun dengan berat di antara satu hingga dua kilogram. Semasa proses kawin, induk jantan dan betina akan berpasangan dan berenang beriringan selama beberapa minggu namun proses kawin hanya akan berlaku apabila keadaan sesuai.

Induk jantan akan melengkungkan badannya dan menghimpit badan induk betina dan pada peringkat ini, telur dari induk betina akan keluar dan akan disenyawakan oleh induk jantan. Telur akan dierami oleh ikan jantan selama dua bulan sehingga anak yang dihasilkan akan berenang bebas dan bersize kira-kira 6-7 sentimeter. Ikan arwana akan berkembangbiak didalam kolam secara alami tanpa memerlukan suntikan hormon pembiakan.

Namun, aspek pakan perlu diperhatian sebaik mungkin selama anak ikan akan mulai berenang sendirian walaupun masih terdapat sedikit telur di bagian bawah perutnya. keterlambatan memberi makan akan menyebabkan anak ikan saling makan-memakan ikan sejenisnya.

Demikian sedikit pembahasan mengenai Ikan Arwana semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan untuk kita semua, dan kami ucapkan Terima Kasih telah menyimak ulasan kami. Jika kalian merasa ulasan kami bermanfaat mohon untuk dishare 🙂

Baca juga artikel lainnya tentang: