Panduan Terlengkap Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah Yang Baik dan Benar Beserta Rumusnya

Posted on
Panduan Terlengkap Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah Yang Baik dan Benar Beserta Rumusnya
4.7 (94.29%) 14 votes

Persiapan Kolam

Terdapat berbagai macam tipe kolam yang bisa digunakan untuk tempat budidaya ikan lele. Setiap tipe kolam memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing bila dilihat dari segi usaha budidaya perikanan. Untuk melalukan budidaya ikan lele, harap pertimbangkan dahulu keadaan disekitar kolam yang ingin kita pakai, contohnya seperti kondisi lingkungan, air, ketersediaan tenaga kerja dan sumber dana ada dan faktor-faktor pendukung lainnya.

Tipe-tipe kolam yang paling umum digunakan dalam budidaya ikan lele adalah kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Namun dalam artikel ini kita akan membahas budidaya ikan lele melalui kolam tanah, karena kolam ini paling banyak digunakan oleh para pembudidaya ikan. Tahapan yang harus dilakukan dalam menyiapkan kolam tanah adalah sebagai berikut :

  • Pengolahan Tanah

Sebelum benih ikan lele ditebar, kolam harus dikeringkan telebih dahulu. Lamanya pegeringan kolam tanah selama 3-7 hari atau tergantung pada teriknya sinar matahari. Sebagai acuan, apabila permukaan tanah sudah pecah-pecah atau retak-retak, kolam bisa dianggap sudah kering dan siap untuk dilakukan pengolahan tanah.

Pengeringan kolam bertujuan untuk memutus keberadaan mikroorganisme jahat yang menyebabkan bibit penyakit, menetralkan nitrit dan nitrat dan faktor lainnya yang dapat menyebabkan kerugian pada saat melakukan budidaya ikan lele. Mikroorganisme tersebut dapat bekembang dari periode budidaya ikan lele sebelumnya. Dengan pengeringan dan penjemuran, sebagian besar mikroorganisme patogen dan virus akan mati.

Setelah kolam dikeringkan, permukaan tanah lalu dibajak atau dibalik dengan cangkul pada keseluruhan permukaan tanah. Pembajakan tanah bertujuan untuk memperbaiki kegemburan tanah dan membuang gas beracun atau amonia yang masih berada didalam tanah.

Bersamaan pada saat melakukan proses pembajakan, terdapat lumpur hitam yang berada dibawah tanah lalu angkat lapisan lumpur hitam tersebut. Lumpur hitam tersebut biasanya berbau busuk karena menyimpan gas-gas beracun seperti hidrogen sulfida dan amonia. Gas-gas yang berbau busuk tersebut terbentuk karena sisa pakan yang tidak dimakan ikan.

  • Pemupukan dan Pengapuran

Pengapuran berfungsi untuk menyeimbangkan kadar keasaman atau pH kolam dan membantu memberantas mikroorganisme patogen dan virus. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur aktif dan kapur mati.

Pengapuran dilakukan dengan cara yaitu ditebar secara merata pada seluruh permukaan dasar kolam dan kapur yang digunakan pada saat perisapan lahan kolam adalah kapur aktif. Setelah ditebar kapur, balik tanah dengan cangkul agar kapur meresap ke bagian dalam tanah. Dosis yang digunakan dalam pengapuran adalah 250-750gr/m2, atau tergantung pada tingkat keasaman tanah atau pH. Lalu langkah selanjutnya adalah melakukan pemupukan. Gunakan pupuk organik yang ditambah dengan pupuk urea dan TSP. Jenis pupuk organik yang dianjurkan adalah pupuk kompos atau pupuk kandang. Dosisnya sebanyak 250-500gr/m2. Sedangkan pupuk kimianya adalah urea dan TSP masing-masing 15 – 10gr/m2. Pemupukan dasar kolam bertujuan untuk menumbuhkan biota air seperti fitoplankton, zooplakton dan cacing. Biota tersebut berguna untuk pakan alami ikan lele.

  • Pengaturan Air Kolam

Ketinggian air yang paling ideal untuk budidaya ikan lele kolam tanah adalah 100-120 cm. Pengisian kolam dilakukan secara bertahap. Sisakan 20-30 cm dari pematang kolam agar ikan lele tidak kabur atau melompat dari kolam.

Setelah kolam sudah diisi dengan air lalu lakukan pemupukan lagi pada kolam dan biarkan kolam terkena sinar matahari selama 3-7 hari. Dengan kedalaman seperti itu, sinar matahari dapat tembus hingga kedasar kolam dan memungkinkan untuk menumbuhkan biota dasar kolam seperti fitoplankton dan zooplankton agar tumbuh dengan baik. Air kolam yang sudah ditumbuhi fitoplankton berwarna kehijauan dan kolam yang ditumbuhi zooplankton berwarna coklat dan kuning orange.

Setelah 3-7 hari, benih ikan lele siap ditebar. Selanjutnya, air kolam ditambah secara berkala sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan ikan lele sampai pada ketinggian ideal.