Panduan Terlengkap Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah Yang Baik dan Benar Beserta Rumusnya

Posted on
Panduan Terlengkap Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah Yang Baik dan Benar Beserta Rumusnya
4.7 (94.29%) 14 votes

Pembenihan Ikan Lele

Tingkat kesuksesan dalam budidaya ikan lele sangat ditentukan oleh kualitas benih yang ditebar. Apabila benih yang didapat jelek maka akan dipastikan budidaya kalian akan gagal, Tapi jika kalian mampu melakukan teknik-teknik khusus dalam dunia perikanan walaupun kalian mendapatkan benih yang tidak bagus atau cacat maka kalian dapat melakukan panen dengan hasil yang maksimal. Benih ikan lele bisa didapatkan dengan cara membeli atau melakukan pemijahan ikan lele sendiri.

  • Syarat benih unggul

Benih yang ditebar haruslah benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat antara lain adalah sebagai berikut : gerakannya gesit dan lincah, tidak terdapat cacat atau luka pada tubuhnya, bibit bebas dari penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya renangnya, tempatkan benih ikan lele pada arus air, lalu lihat jika ikan tersebut melawan arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik tapi jika benih tersebut malah mengikuti arah arus air atau tidak melawan arah arus air maka dipastikan benih tersebut kurang baik.

Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 3-5cm, 5-7 cm. Usahakan ukurannya seragam atau sama rata agar ikan bisa berkembang dan tumbuh serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan ukuran ikan lele konsumsi yaitu sebesar 9-12 ekor/kg.

Pendederan Benih Ikan Lele

Sebelum benih ditebar atau didederkan, lakukan terlebih dahulu penyesuaian iklim kolam tersebut kepada benih yang akan ditebar. Caranya dengan, masukan air kolam secara sedikit demi sedikit pada benih dengan wadahnya (kantong plastik, ember/jeriken dll) ke dalam kolam. Biarkan selama 15 menit agar benih beradaptasi dengan lingkungan kolam tersebut. Miringkan wadah (kantong plastik, ember/jerigen dll) dan biarkan benih keluar dengan sendiri dari wadahnya. Metode ini sangat bermanfaat untuk mencegah stres pada benih pada saat akan ditebar.

Tebarkan benih ikan lele ke dalam kolam dengan kepadatan 200-400 ekor per meter persegi. Semakin baik kualitas air kolam, semakin tinggi jumlah benih yang bisa ditampung. Hendaknya tinggi air tidak lebih dari 40 cm saat benih ditebar. Hal ini menjaga agar benih ikan bisa menjangkau permukaan air untuk mengambil pakan atau bernapas. Pengisian kolam berikutnya disesuaikan dengan ukuran tubuh ikan sampai mencapai ketinggian air yang ideal.

Cara Menghitung Padat Tebar

Menghitung pada tebar sangat diperlukan walapun kalian mendapatkan benih yang super bagus tapi bila ketika melakukan penebaran benih secara berlebihan makan hasil yang kalian dapat tidak akan maksimal, karena tingkat Mortarlitas (tingkat kematian) dan tingkat Survival Rate (SR atau Tingkat Kelangsungan Hidup) pada ikan lele sangat tinggi.

Rumus untuk menghitung jumlah padat tebar adalah

Panjang x lebar x padat tebar = jumlah padat tebar

Berikut ini adalah cara untuk menghitung padat tebar pada kolam untuk budidaya ikan lele secara intensif. Asumsikan kedalaman kolam sekitar 1-1,5 meter (kedalaman yang dianjurkan). Maka kepadatan tebar bibit lele yang dianjurkan adalah 200-500 ekor/m2.

Sebagai contoh, untuk kolam yang berukuran 3 x 4 meter, maka jumlah padat tebar bibit ikannya minimal 3×4×200 = 2400 ekor, maksimal 3×4×500 = 6000 ekor.