Panduan Terlengkap Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah Agar Cepat Panen

Diposting pada

Pakan Ikan

Pakan merupakan komponen biaya yang paling besar dalam budidaya ikan. Ada banyak sekali merek dan jenis pakan ikan di pasaran dan pakan harus disimpan ditempat yang kering.

Pakan ikan lele yang baik adalah pakan yang menawarkan nilai Food Convertion Ratio (FCR) yang lebih kecil dari 1 (satu). FCR adalah rasio jumlah pakan yang berbanding lurus dengan pertumbuhan ikan.

Semakin kecil nilai FCR, maka semakin baik kualitas pakan. FCR merupakan salah satu indikator yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan budidaya ikan dan nilai satuan dari FCR dinyatakan dengan persen (%).

Rumus Untuk Menghitung Food Convertion Ratio (FCR)

Jumlah padat tebar x berat rata-rata = jumlah total panen

Total pakan : jumlah total panen = Nilai FCR

Sebagai contoh untuk menghitung FCR

Diketahui

Jumlah padat tebar : 3000 ekor

Berat rata-rata ikan/ekor : 0,1gr

Jumlah total pakan 15 sak (1 sak = 20kg) = 300kg

Maka untuk menghitung FCR nya adalah

3000 x 0,1gr = 300kg

300 : 300 = 1%

Untuk mencapai hasil yang maksimal dengan biaya yang minimal, terapkan pemberian pakan utama dan pakan alternatif secara imbang dengan artian begini bila pagi dilakukan pemberian pakan utama maka siang hari diberi pakan alternatif dan malam hari dilakukan pencampuran pakan utama dan pakan alternatif pada saat ingin melakukan pemberian pakan.

Bila pakan pabrik terasa mahal dan rasanya menguras untuk biaya, silahkan coba membuat sendiri pakan alternatif.

  • Pemberian pakan utama

Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele haruslah banyak yang mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein minimal 30%, lemak 4-16%, karbohidrat 15-20), mineral dan vitamin.

Terdapat berbagai macam jenis pelet yang dijual dipasar rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisinya. Tinggal kita pandai-pandai saja memilih mana yang menurut kita bagus. Ingat, jangan kalian sampai membeli pakan kadaluarsa.

Pakan yang harus diberikan sesuai dengan kebutuhan kandungan gizi ikan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan sekitar 3-6% dari total bobot tubuhnya.

Misalkan, ikan lele dengan bobot 50 gr memerlukan pakan sebanyak 2,5 gr (5% dari total bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 14 hari harus dilakukan sampling agar dapat diketahui laju pertumbuhan ikan.

lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang akan diberikan. Dua minggu sebelum melakukan panen, persentase pemberian pakan harus dikurangi menjadi 3% dari total bobot tubuh.

Jadwal pemberian pakan sebaiknya disesuaikan dengan nafsu makan ikan dan kalian harus tau kapan ikan aktif pada saatnya karena pada saat ikan aktif maka jumlah pemberian pakan harus lebih banyak dari pada biasanya.

Karena artikel ini membahas tentang budidaya ikan lele maka admin menyarankan pada saat pemberian pakan pada malam hari, jumlah pakan harus lebih banyak dari biasanya mengingat ikan lele ini merupakan hewan nokturnal atau hewan yang aktif pada malam hari dan memiliki Tingkat Mortalitas dan Tingkat Survival Rate yang tinggi.

Frekuensinya 4-5 kali sehari. Frekuensi pemberian pakan pada ikan yang masih kecil harus lebih sering atau lebih banyak dan bila sudah besar maka frekuensi pakan harus dikurangi. Waktu pemberian pakan bisa pagi, siang, sore dan malam hari.

Contoh Frekuensi Pemberian Pakan pada ikan saat masih kecil adalah sebagai berikut :

Pagi jam 07.00

Siang jam 11.00

Sore jam 15.00

Malam jam 19.00

Tengah malam 23.00

Contoh pemberian pakan pada ikan yang sudah dewasa adalah sebagai berikut :

Pagi jam 07.00

Siang jam 11.00

Malam jam 19.00

Tengah malam 23.00

  • Pemberian Pakan Alternatif

Selain pakan utama, dapat juga dipertimbangkan untuk memberi pakan alternatif. Pemberian pakan alternatif sangat membantu untuk menghemat biaya pengeluaran pakan yang menguras kantong.

Apabila kolam kita dekat dengan pelelangan ikan, dan pasar dapat dipertimbangkan untuk melakukan pemberian pakan alternatif berupa ikan rucah segar.

Ikan rucah adalah hasil tangkapan nelayan yang tidak layak dikonsumsi untuk manusia karena ukuran atau cacat dalam penangkapannya. Bisa juga dengan membuat belatung dan dicampur ampas tahu.

Keong mas dan limbah ayam dapat diberikan dengan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahannya ini bisa dilakukan dengan perebusan dan pembakaran.

Kemudian pisahkan daging keong mas dengan cangkangnya, lalu dicincang atau dipotong kecil-kecil atau dirucah lalu diberikan pada ikan lele.

Untuk limbah ayam bersihkan terlebih dahulu bulu-bulunya lalu dibakar dan ketika sudah dibakar siapkan ember dan cairan EM4 atau Molase lalu isi ember dengan air dan dicampur dengan cairan EM4 secukupnya lalu masukan limbah ayam kedalam ember yang sudah berisi EM4 atau Molase dan potong limbah ayam dengan ukuran yang kecil sebelum diberikan pada lele.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam pemberikan pakan ikan lele adalah jangan sampai telat ataupun kurang. Karena ikan lele mempunyai sifat kanibal, yaitu suka memangsa sejenisnya. Apabila kekurangan makanan, ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan yang lebih kecil.