Tips dan Cara Perawatan Ikan Koi di Kolam Untuk Pemula

Diposting pada

Rahasia Perawatan Ikan Koi – Seringkali terjadi dikolam para hobbyist (pemula), koi yang baru masuk kekolam, mati dalam hitungan hari.

Jika hal tersebut terjadi, koi lainnya akan menjadi sakit dan yang paling disedihkan oleh para hobbyist ikan koi yang lainnya ikutan mati alhasil ikan koi pada kolam tersebut akan mati semua. Mengapa dan bagaimana solusinya?

Cara Perawatan Ikan Koicara merawat ikan koidi kolam untuk pemula

Koi Stress Dalam Kantong Beroksigen

Koi yang baru dibeli biasanya dibawa dengan dimasukkan dalam kantong plastik yang berisi beroksigen. Dalam keadaan tersebut bisa dipastikan bahwa koi dalam keadaan stress.

Bagaimana tidak, dengan ruang yang teramat sempit dalam kantong, koi hampir tak bisa bergerak dan bahkan untuk bernapaspun akan sangat terasa sulit.

Perihal yang biasa terjadi bila koi meronta-ronta, kantong plastik tersebut harus dibuka terlebih dahulu untuk mendapatkan ruang gerak dan tambahan kada oksigen.

Menyingkat Waktu Transportasi Koi

Mengingat ikan koi berada dalam kantong plastik yang berisikan oksigen dan air yang sedikit dan dalam kondisi stress, maka sebisa mungkin.

Jangan terlalu lama membiarkan koi berada dalam kantong plastik tersebut. Begitu sampai, segera lakukan tindakan untuk melepas koi ke tempat barunya.

Melepas Koi Dari Dalam Kantong

Seperti yang sudah kita ketahui baik dari saran seoang pembudidaya yang sudah mahir ataupun informasi tertulis lainnya.

Melepas koi dari kantong perlu sejumlah langkah antara lain, meletakkan koi masih dalam ikatan kantong diatas air kolam dan membiarkannya beberapa saat (kurang lebih 15-30 menit). Maksudnya untuk menyamakan suhu air didalam kantong plastik dengan dikolam.

Setelah dilakukan upaya tersebut tutup kantong dibuka, dan rasakan suhu air didalam kantong dengan tangan, apakah telah relatip sama dengan suhu air dikolam.

Bila dirasa suhunya sama maka tambahankan air kolam ke dalam kantong secara perlahan hingga penuh dan biarkan koi keluar dengan sendirinya. Cara itu sudah biasa dilakukan untuk menghindari perubahan kondisi air yang tiba-tiba.

Tapi pertanyaannya dikenal sebagai apakah dengan langkah-langkah tersebut sudah cukup menjamin kenyamanan bagi koi yang baru masuk kolam ? Jawabannya: Tidak. Mengapa demikian ?

Koi Stress Rentan Terhadap Penyakit?

Sebagaimana manusia, koi juga memiliki ketahanan tubuh. Bila koi dalam keadaan sehat (fit), maka penyakit susah untuk menyerang.

Tapi bila koi stress, maka bakal mengurangi daya tahan tubuhnya dan ikan koi akan sangat mudah terserang penyakit.

Oleh lantaran tersebut yang mesti diupayakan adalah menjaga agar koi tidak stress, atau minimal dengan mengkondisikan supaya koi segera terlepas dari stress.

Setiap Kolam Koi Punya Kualitas Air Yang Berbeda

Tidak ada satupun kolam ikan yang sama persis kualitas airnya dengan kolam lainnya apalagi berbeda lokasi atau tempat.

Kualitas air kolam di lokasi toko atau penjual, pastinya berbeda dengan di kolam anda. Bila perbedaannya cukup significant, pastilah koi baru bakal makin bertambah stress.

Tidak mungkin kamu melakukan test air di kolam toko setiap kamu bakal membeli koi. Apalagi bila kolam anda tidak dilengkapi dengan sistem filter yang memadai.

Kemudian apakah dengan adanya perbedaan mutu air tersebut, kita tak bakal membeli koi selamanya? Jawabannya tentu saja TIDAK. Yang pasti, kamu mesti memahami hal ini. Bagaimana solusinya ?

Koi Baru Perlu Proses Karantina!

Tak ada yang bisa menjamin koi yang baru kamu beli, bakal tetap hidup dikolam anda. Namun ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menekan kematian koi baru, yakni dengan melewati proses karantina.

Bolah saja bila ada yang menyatakan bahwa koi yang baru dibelinya sehat-sehat saja, tanpa harus dikarantina.

Mungkin karena sudah berpengalaman, atau kondisi kolamnya telah dilengkapi dengan system filter yang baik, atau memang koi nya benar-benar sehat yang berasal dari kolam toko yang baik pula.

Namun saya yakin bila tidak berhati-hati dalam memperlakukannya, koi baru bisa menimbulkan masalah yang serius dan berujung pada kematin.

Karantina Koi Kenapa Diperlukan?

Karantina koi dibutuhkan pada kondisi :

  • Koi baru, maksudnya baru beli atau baru datang dan bakal dimasukkan ke kolam.
  • Koi yang sakit.
  • Kolam sedang dalam direnovasi atau perbaikan

Tempat karantina Koi :

1. Bila koi sedang sakit, maka sebaiknya pergunakan Aquarium untuk karantina. Karena kondisi fisik koi mampu dipantau dengan jelas, aquarium sangat efektip dipergunakan Apabila ada luka pada koi dan mampu terpantau perkembangannya.

2. Untuk karantina koi baru, bisa dipergunakan bak fibre/semen apabila aquarium terlalu sempit. Kecuali koi sakit sebaiknya di aquarium.

3. Luas aquarium sebaiknya :

  • Panjang minimal 3 x tidak pendek koi
  • Lebar minimal 1x tidak pendek koi
  • Tidak rendah air satu x tidak pendek koi
  • Jangan terlalu luas. Malah karantina digunakan untuk efektipitas pemantauan, pengobatan dan pengkondisian koi.

4. Tempat karantina tak perlu di buatkan filter. Mengapa ? Kita coba analisis, Filter diperlukan untuk menjaga mutu air bukan ? Nah bila air yang digunakan dalam kondisi baik, buat apa filter ? Malah filter merupakan tempat tertimbunnya kotoran dan bahkan tempat bersembunyinya penyakit.

Berarti dengan menggunakan filter sama saja dengan memelihara kotoran dan penyakit bukan ?! Apakah air selama digunakan untuk karantina bakal terjaga kualitasnya tetap baik? Tentunya saja tidak.

Oleh lantaran tersebut air tetap wajib diganti tetapi dengan langkah-langkah yang betul. Bagaimana caranya ?

Rahasia Untuk Karantina Ikan Koi!

Air yang digunakan untuk karantina adalah diambil dari air dimana sebelumnya koi berada

Bila koi diangkat dari kolam, air diambil dari kolam tersebut. Kenapa demikian ? Ingat prinsip perawatan koi. Air dikenal sebagai media kehidupan koi. Air yang sama persis kualitasnya dari sumber yang berbeda didapatkan oleh tidaklah mungkin.

Sedangkan koi sakit bila dipindahkan pada air yang berbeda kualitasnya, maka jangan ditanya lagi, koi bakal bertambah menderita.

Biarlah untuk perawatan pertama dan sementara, air diambil dari mana koi sebelumnya berada, meski airnya sangat keruhpun. Secara bertahap, air diganti dan mutu air diperbaiki menuju ke mutu prima yang diperlukan koi.

Jangan terlalu sering mengganti air

Sehari berikutnya, itupun disesuaikan dengan kondisi koi. Jadi yang krusial adalah sedapat mungkin koi tak merasakan perubahan yang menyolok atas mutu air yang ada.

13 Tips Memelihara ikan Koi untuk pemula

  1. Untuk pemula, luangkan sedikit waktu untuk mengontrol filter air pada kolam.
  2. Agar sirkulasi air tetap lancar, bersihkan filter 3 bulan sekali
  3. Jaga jua saluran-saluran airnya seperti saluran pemasukan air dan saluran pembuangan air.
  4. Jaga selalu kebersihan kolam.
  5. Beri pakan secukupnya, jangan berlebihan karena bisa menyebabkan kolam cepat kotor dan menimbulkan kadar amoniak yang tinggi.
  6. ikan koi yang dimasukan ke dalam kolam sebaiknya jangan terlalu banyak (sesuaikan dengan ukuran kolam).
  7. jangan samapi terlambat mengangkat koi yang sakit biar tidak menular ke ikan koi lainnya.
  8. Jangan malu berkonsultasi dengan orang yang sudah paham betul tentang ikan koi kalau bertemu dengan kesulitan dalam pemeliharaan.
  9. Kualitas air harus dijaga dan setiap hari air harus diganti sekitar 10%. Air jangan dikuras habis karena hanya akan membuat ikan Koi cepat mati.
  10. Berikan makanan yang berkualitas yang dapat dibeli di toko-toko penjual makanan ikan. Bisa diberi pakan alternatif seperti sayur kangkung dan kol.
  11. Di kolam atau akuarium, wajib diberi pompa untuk membuat arus air dan filter untuk menyaring kotoran.
  12. Ukuran standar kolam 1,5-2 m dengan kedalaman tersebut persediaan oksigen akan lebih banyak dan temperatur suhu dikolam lebih stabil.
  13. Temperatur yang diinginkan ikan koi biasanya 20-250C.

 

Baca juga artikel tentang:

4.2
05